Detik waktu,
seakan terhenti sejenak,
saat kau berjalan tepat di bayangan ku,
merangkul kekasihmu tanpa sepengetahuanku.
Tanpa aku sadari,
semua seakan sejalan dengan rencanamu,
untuk permainkan perasaanku,
dengan caramu.
Kau makan hati ini
kau sirnakan cinta tulusku ini,
kau bakar kepercayaanku
kau bakar amarahku..
Luka yang tertanam akibat ulahmu,
kini tumbuh abadi,
mengakar kuat berdaun lebat
berbuah kecewa yang amat sangat.
No comments:
Post a Comment